Rabu, 21 Maret 2018

PEMANFAATAN ENERGI SURYA MENJADI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA


PEMANFAATAN ENERGI SURYA MENJADI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA


KELOMPOK 5
1.    Ni luh putu winda virgayani        (12)
2.    I Made Bagus Jayengrana             (01)
3.    Ni Putu Mas Swandewi                 (18)
3.    I Wayan Adi Saputra                      (21)
4.    Ni Putu Ayu Arini                            (15)
5.    NI Luh Darmi                                   (09)

  

A.     PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
       Energi sangat penting bagi kehidupan sehari hari manusia. Energi juga  merupakan salah satu konsep yang penting dalam sains. Energi tidak dapat diberikan sebagai suatu definisi  umum  yang sederhana. Namun, secara tradisional energi dapat diartikan sebagai suatu kemampuan untuk melakukan usaha atau kerja. Energi tidak dapat dimusnahkan melainkan hanya dapat diubah. Begitu penting energi bagi kehidupan manusia. Agar energi terus dapat digunakan, manusia harus mencari alternatif lain.

       Manusia dimasa ini memerlukan listrik untuk pemenuhan kehidupan sehari –hari seperti menyalakan kipas angin, mencarger laptop, menghidupkan lampu dan lain sebagainya, maka dari itu manusia membuat alternatif yaitu memanfaatkn energi surya untuk pembangkit listrik. Kekurangan energi listrik yang dialami manuisa karena  semua manusia membutuhkan listrik namun sumbernya terbatas.
       Energi surya seperti yang kita ketahui sangat berperan penting dalam kehidupan manusia dan hampir setiap hari energi surya diperlukan, energi surya dapat dirasakan dari matahari. Matahari memberikan sinarnya dan manusia memanfaatkannya sebijaksana mungkin energi surya juga dapat digunakan sebagai pembangkit listrik,



1.2  Rumusan Masalah
Sejalan dengan latar belakang diatas maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah;
1. Bagaimana cara  pemusatan energi surya menjadi pembangkit listrik
2. Apa kelebihan dan kelemahan pembangkit listrik tenaga surya
3. Bagaimana cara kerja pembangkit  listrik tenaga surya

1.3  Tujuan Penelitian
Tujuan yang diharapkan  dapat tercapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut
1. Mengetahui cara pemusatan energi surya menjadi pembangkit listrik
2. Menjelaskan kelebihan dan kekurangan dari pembangkit listrik tenaga surya
3. Mengetahui cara kerja pembangkit  listrik tenaga surya

B.   PEMBAHASAN

1.1  Pemusatan Energi surya Menjadi Pembangkit Listrik
Sistem pemusatan energi surya (concentrated solar power, CSP) menggunakan lensa atau cermin dan sistem pelacak untuk memfokuskan energi matahari dari luasan area tertentu ke satu titik. Panas yang terkonsentrasikan lalu digunakan sebagai sumber panas untuk pembangkitan listrik biasa yang memanfaatkan panas untuk menggerakkan generator. Sistem cermin parabola, lensa reflektor Fresnel, dan menara surya adalah teknologi yang paling banyak digunakan. Fluida kerja yang dipanaskan bisa digunakan untuk menggerakan generator (turbin uap konvensional hingga mesin Stirling) atau menjadi media penyimpan panas.

1.2  Kelebihan dan Kelemahan Pembangkit Listrik Tenaga  Surya
a.         Kelebihan
1)       Tidak akan pernah habis
Keuntungan yang pertama adalah tidak akan pernah habis dan ramah lingkungan. Seperti yang kita ketahui energi matahari merupakan sumber energi terbarukan yang tidak akan pernah habis. Penggunaan energi surya juga dapat mencegah penggunaan bahan bakar fosil secara terus menerus. Saat ini banyak sekali negara-negara maju yang menggunakan energi surya untuk menjadikannya energi listrik.
2)       Ramah lingkungan
Keuntungan yang kedua adalah ramah lingkungan. Dikatakan ramah lingkungan karena penggunaan energi surya tidak akan menghasilkan emisi karbon sama seperti BBM. Oleh karena itu energi surya dapat dikatakan sebagai salah satu sumber energi alternatif yang sangat lingkungan. Pastinya hal ini dapat mencegah pemanasan global yang dapat menyebabkan perubahan iklim tak menentu.
3)       Hanya membutuhkan sedikit perawatan
Keuntungan pembangkit listrik tenaga surya selanjutnya adalah hanya membutuhkan sedikit perawatan. Setelah instalasi dan dioptimasi, panel surya dapat menciptakan listrik dengan luasan hanya beberapa milimeter dan tidak memerlukan perawatan yang berarti. Tak hanya itu saja, panel surya juga memproduksi energi dalam diam, sehingga tak mengeluarkan bunyi bising dan lainnya. Selain itu, energi surya juga memiliki keuntungan lainnya seperti, bebas dari biaya perawatan. pemasangan sangat mudah, kapasitas yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan dan lainnya.
4)       Umur panel surya / solar cell panjang/ investasi jangka panjang  
5)       Sangat cocok untuk daerah tropis seperti indonesia

b.        Kelemahan
1.        Daya yang dihasilkan berkurang ketika mendung
Seperti yang kita ketahui PLTS membutuhkan sinar matahari untuk bekerja. Ketika mendung ataupun pada malam hari, keluaran panel surya pastinya berkurang drastis. Tetapi,  untuk menyiasati hal ini banyak PLTS  berskala besar  yang melacak matahari untuk  menjaga  panel surya di sudut optimal sepanjang hari.
2.        Besarnya biaya pembangunan
Pembangkit listrik ini juga sangat membutuhkan biaya yang sangat besar. Harga panel surya di Indonesia saat ini sudah berada di kisaran US$ 1/Watt peak (Wp)- US$ 1,5/Watt peak (Wp) atau US$ 1.000/kilowatt peak (kWp) sampai dengan US$ 1.500/kilowatt peak (kWp). Oleh karena itu banyak sekali negara- negara yang memikirkan hal ini ketika akan membangunnya.

1.3  Cara Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Cara kerja pembangkit listrik  jenis ini cukup sederhana. Komponen utama dari sumber energi ini adalah foltovoltalik sel tersebut memiliki peranan untuk menangkap panas matahari yang diubah untuk menjadi energi listrik. Sehingga PLTS lebih ramah lingkunagan dibandingkan dengan pembangkit listrik lain.
Setelah panas matahari ditangkap oleh sel foltovotaik lalu panas tersebut akan digunakan untuk memanaskan cairan yang selanjutnya menjadi uap yang dihasilkan akan dipanaskan oleh sebuah generator yang akhirnya akan menghasilkan listrik. Umumnya prinsip kerja dari pembangkit listrik jenis ini hampir sama seperti cara kerja pembakaran bahan bakar fosil dalam pengolahannya. Yang membedakan dari pembangkit listrik bahan bakar fosil dan pembangkit listrik tenaga matahari ini adalah uap yang dihasilkan bukan dari pembakaran minyak fosil, akan tetapi dari tenaga surya atau cahaya matahari. Lalu , apa saja komponen sistem pembangkit listrik tenaga surya? Apa saja fungsi dari komponen tersebut? Berikut ulasannya.
Panel surya / solar cell sebagai komponen penting pembangkit listrik tenaga surya, mendapatkan tenaga listrik pada pagi sampai sore hari sepanjang ada sinar matahari. Umumnya kita menghitung maksimun sinar matahari yang diubah menjadi tenaga listrik sepanjang hari adalah 5 jam. Tenaga listrik pada pagi – sore disimpan dalam baterai, sehingga listrik dapat digunakan pada malam hari, dimana tanpa sinar matahari. Karena pembangkit listrik tenaga surya sangat tergantung kepada sinar matahari, maka perencanaan yang baik sangat diperlukan. Perencanaan terdiri dari: Jumlah daya yang dibutuhkan dalam pemakaian sehari-hari (Watt). Berapa besar arus yang dihasilkan panel surya / solar cell (dalam Ampere hour), dalam hal ini memperhitungkan berapa jumlah panel surya / solar cell yang harus dipasang. Berapa unit baterai yang diperlukan untuk kapasitas yang diinginkan dan pertimbangan penggunaan tanpa sinar matahari. (Ampere hour). Dalam nilai ke-ekonomian, pembangkit listrik tenaga surya memiliki nilai yang lebih tinggi, dimana listrik dari PT. PLN tidak dimungkinkan, ataupun instalasi generator listrik bensin ataupun solar. Misalnya daerah terpencil: pertambangan, perkebunan, perikanan, desa terpencil, dll. Dari segi jangka panjang, nilai ke-ekonomian juga tinggi, karena dengan perencanaan yang baik, pembangkit listrik tenaga surya dengan panel surya / solar cell memiliki daya tahan 20 – 25 tahun. Baterai dan beberapa komponen lainnya dengan daya tahan 3 – 5 tahun. Beberapa komponen dari pembangkit listrik tenaga surya (cara kerjanya dapat dibaca di Instalasi Listrik Tenaga Surya):
Pembangkit listrik tenaga surya tipe fotovoltaik adalah pembangkit listrik yang menggunakan perbedaan tegangan akibat efek fotoelektrik untuk menghasilkan listrik. Solar panel terdiri dari 3 lapisan, lapisan panel P di bagian atas, lapisan pembatas di tengah, dan lapisan panel N di bagian bawah. Efek fotoelektrik adalah di mana sinar matahari menyebabkan elektron di lapisan panel P terlepas, sehingga hal ini menyebabkan proton mengalir ke lapisan panel N di bagian bawah dan perpindahan arus proton ini adalah arus listrik.

C.    Penutup

Kita bisa memanfaatkan  sesuatu disekitar kita untuk dijadikan sesuatu yang lebih berguna, membuat inovasi- inovasi baru dari bahan- bahan yang bisa kita dapatkan dengan mudah.  Ketergatungan terhadap suatu produk itu akan membuat kita menjadi semakin susah ketika produk itu habis dan tidak bisa diperbaharui . Untuk saat energi listrik bisa kita dapatkan dengan mudah, namun kita harus mencari alternatif lain. Dimasa mendatang energi listrik akan semakin hari semakin susah didapat, karena kita tergantung dengan bahan bakar fosil. Cari lah arternatif untuk menggantikan bahan bakar fosil. Salah satu contohnya adalah dengan menggunakan tenaga surya. Oleh karena itu, sayangilah bumi kita dengan cara bijak menggunakan energi demi menjadikan bumi ini lebih indah.

D.   Daftar pustaka

Kondisi Pendidikan Indonesia

Kondisi Pendidikan Indonesia Kurang Memadainya Sistem Pendidikan Indonesia            Menurut Prof. H. Mahmud Yunus pendidikan ad...