PEMANFAATAN ENERGI SURYA
MENJADI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA
KELOMPOK 5
1. Ni luh putu winda virgayani (12)2. I Made Bagus Jayengrana (01)
3. Ni Putu Mas Swandewi (18)
3. I Wayan Adi Saputra (21)
4. Ni Putu Ayu Arini (15)
5. NI Luh Darmi (09)
A.
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Energi sangat
penting bagi kehidupan sehari hari manusia. Energi juga merupakan salah satu konsep yang penting dalam
sains. Energi tidak
dapat diberikan sebagai suatu definisi
umum yang sederhana. Namun, secara
tradisional energi dapat diartikan sebagai suatu kemampuan untuk melakukan
usaha atau kerja. Energi tidak dapat dimusnahkan melainkan hanya dapat diubah. Begitu
penting energi bagi kehidupan
manusia. Agar energi
terus dapat digunakan,
manusia harus mencari
alternatif lain.
Manusia
dimasa ini memerlukan listrik untuk pemenuhan kehidupan sehari –hari seperti
menyalakan kipas angin,
mencarger laptop,
menghidupkan lampu dan lain sebagainya, maka dari itu manusia membuat
alternatif yaitu memanfaatkn energi surya untuk pembangkit listrik. Kekurangan
energi listrik yang dialami manuisa karena
semua manusia membutuhkan listrik namun sumbernya terbatas.
Energi surya
seperti yang kita ketahui sangat berperan penting dalam kehidupan manusia dan
hampir setiap hari energi surya diperlukan, energi surya dapat dirasakan dari matahari. Matahari
memberikan sinarnya dan manusia memanfaatkannya sebijaksana mungkin energi
surya juga dapat digunakan sebagai pembangkit listrik,
1.2 Rumusan
Masalah
Sejalan dengan latar belakang diatas maka rumusan masalah
pada penelitian ini adalah;
1. Bagaimana
cara pemusatan energi surya menjadi pembangkit
listrik
2. Apa
kelebihan dan kelemahan pembangkit listrik tenaga surya
3.
Bagaimana cara kerja pembangkit listrik
tenaga surya
1.3 Tujuan
Penelitian
Tujuan yang diharapkan
dapat tercapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut
1. Mengetahui
cara pemusatan energi surya menjadi pembangkit listrik
2. Menjelaskan
kelebihan dan kekurangan dari pembangkit listrik tenaga surya
3.
Mengetahui cara kerja pembangkit listrik
tenaga surya
B.
PEMBAHASAN
1.1
Pemusatan Energi surya Menjadi Pembangkit Listrik
Sistem pemusatan energi
surya (concentrated solar power,
CSP) menggunakan lensa atau cermin dan sistem pelacak untuk memfokuskan energi
matahari dari luasan area tertentu ke satu titik. Panas yang terkonsentrasikan
lalu digunakan sebagai sumber panas untuk pembangkitan listrik biasa yang
memanfaatkan panas untuk menggerakkan generator. Sistem cermin parabola, lensa
reflektor Fresnel, dan menara surya adalah teknologi yang
paling banyak digunakan. Fluida kerja yang dipanaskan bisa digunakan untuk
menggerakan generator (turbin uap konvensional hingga mesin
Stirling) atau menjadi media penyimpan panas.
1.2
Kelebihan dan Kelemahan
Pembangkit Listrik Tenaga Surya
a.
Kelebihan
1)
Tidak akan pernah habis
Keuntungan yang pertama
adalah tidak akan pernah habis dan ramah lingkungan. Seperti yang kita ketahui
energi matahari merupakan sumber energi terbarukan yang tidak akan pernah
habis. Penggunaan energi surya juga dapat mencegah penggunaan bahan bakar fosil
secara terus menerus. Saat ini banyak sekali negara-negara maju yang
menggunakan energi surya untuk menjadikannya energi listrik.
2)
Ramah lingkungan
Keuntungan yang kedua
adalah ramah lingkungan. Dikatakan ramah lingkungan karena penggunaan energi
surya tidak akan menghasilkan emisi karbon sama seperti BBM. Oleh karena itu
energi surya dapat dikatakan sebagai salah satu sumber energi alternatif yang
sangat lingkungan. Pastinya hal ini dapat mencegah pemanasan global yang dapat
menyebabkan perubahan iklim tak menentu.
3)
Hanya membutuhkan sedikit perawatan
Keuntungan pembangkit
listrik tenaga surya selanjutnya adalah hanya membutuhkan sedikit perawatan.
Setelah instalasi dan dioptimasi, panel surya dapat menciptakan listrik dengan
luasan hanya beberapa milimeter dan tidak memerlukan perawatan yang berarti.
Tak hanya itu saja, panel surya juga memproduksi energi dalam diam, sehingga
tak mengeluarkan bunyi bising dan lainnya. Selain itu, energi surya juga
memiliki keuntungan lainnya seperti, bebas dari biaya perawatan. pemasangan
sangat mudah, kapasitas yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan dan lainnya.
4) Umur panel surya / solar
cell panjang/ investasi jangka panjang
5) Sangat cocok
untuk daerah tropis seperti indonesia
b.
Kelemahan
1.
Daya yang dihasilkan berkurang ketika mendung
Seperti yang
kita ketahui PLTS membutuhkan sinar matahari untuk bekerja. Ketika mendung
ataupun pada malam hari, keluaran panel surya pastinya berkurang drastis. Tetapi,
untuk menyiasati hal ini banyak
PLTS berskala besar yang melacak matahari untuk menjaga
panel surya di sudut optimal sepanjang hari.
2.
Besarnya biaya pembangunan
Pembangkit
listrik ini juga sangat membutuhkan biaya yang sangat besar. Harga panel surya di
Indonesia saat ini sudah berada di kisaran US$ 1/Watt peak (Wp)- US$ 1,5/Watt
peak (Wp) atau US$ 1.000/kilowatt peak (kWp) sampai dengan US$ 1.500/kilowatt
peak (kWp). Oleh karena itu banyak sekali negara- negara yang memikirkan hal ini ketika
akan membangunnya.
1.3
Cara Kerja
Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Cara kerja
pembangkit listrik jenis ini cukup
sederhana. Komponen utama dari sumber energi ini adalah foltovoltalik sel
tersebut memiliki peranan untuk menangkap panas matahari yang diubah untuk
menjadi energi listrik. Sehingga PLTS lebih ramah lingkunagan dibandingkan
dengan pembangkit listrik lain.
Setelah
panas matahari ditangkap oleh sel foltovotaik lalu panas tersebut akan
digunakan untuk memanaskan cairan yang selanjutnya menjadi uap yang dihasilkan
akan dipanaskan oleh sebuah generator yang akhirnya akan menghasilkan listrik.
Umumnya prinsip kerja dari pembangkit listrik jenis ini hampir sama seperti
cara kerja pembakaran bahan bakar fosil dalam pengolahannya. Yang membedakan
dari pembangkit listrik bahan bakar fosil dan pembangkit listrik tenaga
matahari ini adalah uap yang dihasilkan bukan dari pembakaran minyak fosil,
akan tetapi dari tenaga surya atau cahaya matahari. Lalu , apa saja komponen
sistem pembangkit listrik tenaga surya? Apa saja fungsi dari komponen tersebut?
Berikut ulasannya.
Panel surya
/ solar cell sebagai komponen penting pembangkit listrik tenaga surya,
mendapatkan tenaga listrik pada pagi sampai sore hari sepanjang ada sinar
matahari. Umumnya kita menghitung maksimun sinar matahari yang diubah menjadi
tenaga listrik sepanjang hari adalah 5 jam. Tenaga listrik pada pagi – sore
disimpan dalam baterai, sehingga listrik dapat digunakan pada malam hari,
dimana tanpa sinar matahari. Karena pembangkit listrik tenaga surya sangat
tergantung kepada sinar matahari, maka perencanaan yang baik sangat diperlukan.
Perencanaan terdiri dari: Jumlah daya yang dibutuhkan dalam pemakaian
sehari-hari (Watt). Berapa besar arus yang dihasilkan panel surya / solar cell
(dalam Ampere hour), dalam hal ini memperhitungkan berapa jumlah panel surya /
solar cell yang harus dipasang. Berapa unit baterai yang diperlukan untuk
kapasitas yang diinginkan dan pertimbangan penggunaan tanpa sinar matahari.
(Ampere hour). Dalam nilai ke-ekonomian, pembangkit listrik tenaga surya
memiliki nilai yang lebih tinggi, dimana listrik dari PT. PLN tidak
dimungkinkan, ataupun instalasi generator listrik bensin ataupun solar.
Misalnya daerah terpencil: pertambangan, perkebunan, perikanan, desa terpencil,
dll. Dari segi jangka panjang, nilai ke-ekonomian juga tinggi, karena dengan
perencanaan yang baik, pembangkit listrik tenaga surya dengan panel surya /
solar cell memiliki daya tahan 20 – 25 tahun. Baterai dan beberapa komponen
lainnya dengan daya tahan 3 – 5 tahun. Beberapa komponen dari pembangkit
listrik tenaga surya (cara kerjanya dapat dibaca di Instalasi Listrik Tenaga
Surya):
Pembangkit
listrik tenaga surya tipe fotovoltaik adalah pembangkit listrik yang
menggunakan perbedaan tegangan akibat efek fotoelektrik untuk menghasilkan
listrik. Solar panel terdiri dari 3 lapisan, lapisan panel P di bagian atas,
lapisan pembatas di tengah, dan lapisan panel N di bagian bawah. Efek
fotoelektrik adalah di mana sinar matahari menyebabkan elektron di lapisan
panel P terlepas, sehingga hal ini menyebabkan proton mengalir ke lapisan panel
N di bagian bawah dan perpindahan arus proton ini adalah arus listrik.
C.
Penutup
Kita bisa memanfaatkan
sesuatu disekitar kita untuk dijadikan sesuatu yang lebih berguna, membuat inovasi- inovasi baru dari bahan- bahan yang bisa kita dapatkan dengan
mudah. Ketergatungan terhadap suatu
produk itu akan membuat kita menjadi semakin susah ketika produk itu habis dan
tidak bisa diperbaharui . Untuk saat energi listrik bisa kita dapatkan dengan mudah, namun kita
harus mencari alternatif lain. Dimasa mendatang energi listrik akan semakin hari
semakin susah didapat, karena kita tergantung dengan bahan bakar fosil. Cari lah arternatif untuk menggantikan bahan bakar fosil. Salah satu contohnya adalah dengan menggunakan tenaga surya. Oleh karena itu, sayangilah bumi kita dengan cara bijak menggunakan energi demi menjadikan bumi ini lebih indah.
D.
Daftar
pustaka