Kondisi Pendidikan Indonesia
Kurang Memadainya Sistem Pendidikan Indonesia
Menurut Prof. H. Mahmud Yunus pendidikan adalah suatu
usaha yang dengan sengaja dipilih untuk mempengaruhi dan membantu anak
yang bertujuan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan, jasmani dan akhlak
sehingga secara perlahan bisa mengantarkan anak kepada tujuan dan
cita-citanya yang paling tinggi. Agar memperoleh kehidupan yang bahagia
dan apa yang dilakukannya dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri,
masyarakat, bangsa, negara dan agamanya. Tujuan pendidikan dikutip dari UU No. 2 Tahun 1985 “Tujuan pendidikan adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa serta mengembangkan setiap manusia yang seutuhnya yakni yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur, mempunyai pengetahuan serta keterampilan, memiliki kesehatan jasmani dan rohani, memiliki kepribadian yang baik serta mandiri dengan memiliki rasa tanggung jawab kemasyakatan bangsa.”
Human Development Index (HDI) yang dikeluarkan oleh The United Nations Development Program (UNDP) tahun 2014 melaporkan bahwa Indonesia berada di peringkat 108, artinya untuk kawasan ASEAN saja masih kalah dibanding Singapura (peringkat 9), Brunei Darussalam (peringkat 30), Malaysia (peringkat 62), dan Thailand (peringkat 82). Indonesia sedikit lebih baik dari Filipina yang berada di peringkat 117. HDI ini merupakan sebuah gambaran tentang upaya pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing (Mulyasa, 2017).
Menurut data dari kemendikbud, angka putus sekolah sudah cukup banyak mengalami penurunan.
Namun, masih banyak siswa yang mengalami putus sekolah. Jumlah siswa putus sekolah terbanyak berada di provinsi Jawa Barat yaitu, SD (3.596), SMP (9.340), SMA (4.779), dan yang terbanyak SMK (17.494). Berikut ini merupakan link data selengkapnya. Klik disini
Banyak faktor menyebabkan hal ini. ,mulai dari ekonomi hingga sosial. Faktor utama putus sekolah yang tinggi adalah masalah ekonomi. Masih banyak keluarga miskin yang tidak bisa menyekolahkan anaknya. Mereka memilih untuk mengajak anaknya bekerja dibanding bersekolah demi membantu mengais rezeki. Untuk itu diperlukan tindakan sigap dari pemerintah untuk masalah satu ini. Kartu dan bantuan tidaklah cukup tanpa dibarengi keinginan untuk bergerak maju. Pendidikan menjadi tumpuan Indonesia kedepannya demi menciptakan pemimpin masa depan.
Banyak faktor menyebabkan hal ini. ,mulai dari ekonomi hingga sosial. Faktor utama putus sekolah yang tinggi adalah masalah ekonomi. Masih banyak keluarga miskin yang tidak bisa menyekolahkan anaknya. Mereka memilih untuk mengajak anaknya bekerja dibanding bersekolah demi membantu mengais rezeki. Untuk itu diperlukan tindakan sigap dari pemerintah untuk masalah satu ini. Kartu dan bantuan tidaklah cukup tanpa dibarengi keinginan untuk bergerak maju. Pendidikan menjadi tumpuan Indonesia kedepannya demi menciptakan pemimpin masa depan.
Daftar Pustaka
Mulyasa, E. 2017. Revolusi Mental Dalam Pendidikan untuk Merevitalisasi Nilai-Nilai Pancasila dan Menumbuhkembangkan Wawasan Kebangsaan. Prosiding Seminar Nasional Program Pascasarjana, 2.
Kemendikbud. 2017. Ikhtisar Data Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta: Kemendikbud
Kemendikbud. 2017. Ikhtisar Data Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta: Kemendikbud
Tidak ada komentar:
Posting Komentar